Selasa, 11 September 2012

Kolema, Holliwood Baubau

Jika anda belum pernah melihat langsung Landamark Holliwood di Los Angeles, Amerika Seri, anda tak perlau jauh-jauh ke sana. Sebab, Landamark bergengsi dunia itu, anda bisa temui di Kota Baubau. Tulisan Baubau, yang memanjang di atas Bukit Kolema, benar-benar menyerupai tulisan Holliwood di Los Angeles-Amerika.

Bukit Kolema terletak sekitar lima kilo meter arah Timur kota Bauabu dengan ketinggian sekitar  lebih dari  seratisan meter dari permukaan laut. Di puncak bukit itu dibangun pelataran gantung  (taman) dan satu tembok bertuliskan ”Baubau” sepanjang 30 meter dan tinggi 15 meter. Tulisan Baubau, terlihat jelas dari kejauhan, khusnya dilihat ketika anda berada di tengah laut. Dengan letak yang menghadap ke barat seakan menyambut kedatangan anda di kota Baubau yang semerbak.
Wisatawan asing berpose di Landmark Kolema yang menyerupai Holliwood-Los Angeles-Amerika Serikat. (Foto Jack Roc n Roll)


Dahulu, taman gantung bukit Kolema hanya dikenal hanya beruap jurang yang curam dan ditumbuhi semak belukar, serta terkenal angker. Di lokasi ini juga sering terjadi kecelakaan yang diduga disebabkan oleh hal-hal gaib seperti yang diyakini oleh orang-orang kebanyakan. Namun, segala sesuatu yang dianggap seram dan mengerikan tersebut disulap menjadi subuah tempat yang indah oleh pemerintah kota Baubau.



Pada 2007 lalu, Wali Kota Baubau, MZ Amirul Tamin, membangun satu taman gantung yang indah di Bukit Kolema. Bukit Kolema diyakini sebagai sebuah tempat untuk menemukan jodoh. “Datang sendiri ke bukit Kolema, Insyah allah pasti mendapat jodoh,” demikian kata Amirul, saat ditemui di kaontornya, Ahad, 2 Sepetember, pekan lalu.
Wisatawan asing menikmati kuliner khas Baubau di pelataran Wantiro. Pelataran ini masih bagian dari bukit Kolema, yang memilki pantai sekitar 1 kilo meter dan jurang yang terjal. (Foto Jack Rock n Roll)
Ketikaanda berada di bukit tersebut, anda bisa menyaksikan panorama kota Baubau, eksotisme pantai dan bukit-bukit lain di pulau-pulau tetangga. Apalagi anda berada pada waktu malam hari. Lampu-lampu di dalam kota seperti seribu bintang  yang ada diangkasa. Keindahannya sulit untuk diungkapkan dengan bahasa lisan, tapi hanya bisa dirasakan dalam jiwa.

Taman gantung Kolema dihubungkan dengan pelataran Wantiro yang ada ditepi jurang yang ketinggiannya kira-kira sekitar 20 meter lebih. Pelataran Wantiro memiliki panjang kurang lebih dari 1 kilo meter. Di sini anda bisa menikmati aneka kuliner khas Wantiro, seperti ubi goerng, saraba, sukun goring, kopi wantiro, dan jajanan khas lainnya.

Dulunya, kawasan ini (Wantiro) hanya sebagai tempat pembuangan sampah liar. Setelah dibangunnya pelataran Wantiro ini, kini tempat itu berubah menjadi kawasan yang paling diminati masyarakat dan wisatawan lokal maupun asing. Lokasi ini juga merupakan salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan sunset yang tenggelam dibalik kota Baubau. “Masih banyak Landmark lainnya,” ujar Amirul.

Wali Kota Baubau, Amirul Tamin. (Foto Jack Rock n Roll)
Landmarka lain di kota Baubau ini adalah Palagimata. Palagimata bermakna negeri diatas awan. Dari makna ini anda bisa membanyakan Landmark ini berada diatas ketinggian sekitar lebih dari 1000 meter dari permukaan laut. Di sana terdapat patung ekor naga yang kepalanya terdapat di Landmark Pantai Kamali. Patung ini tingginya sekitar 15 meter, dan berkana sebagai simbolisasi keterkaitan yang sangat erat antara bangsa Cina dengan awal terbentuknya kerajaan Buton.Makna lain dari symbol naga adalah naga dikenal sebagai binatang yang sakti dan cerdas. Ini melambangkan kerajaan Buton yang pernah berkuasa dan juga memiliki kecerdasan seperti naga.

Palgimata merupakan kompleks kantor Wali Kota Baubau, yang juga menjadi tempat wisata bagi masyarakat. Dari atas ketinggian (Palagimata) anda bisa menyaksikan panorama kota Bauabu dan teluk Baubau yang ramai dilintasi oleh kapal baik masuk maupun keluar dari pelabuhan Baubau. Anda tidak hanya menikmati keindahan panorama kota, tetapi anda juga akan menikmati hembusan angin sepoi-sepoi yang menampar wajah.
“Dari kawasan ini, pasukan pengintai kerajaan Buton dapat melihat datanganya kapal musuh,” Amirul menjelaskan.

Di bagian Timurnya, terdapat Benteng Keraton Buton yang merupakan benteng terluas di dunia. Benteng Keraton Buton ini memiliki luas mencapai 22,8 hektar, dan panjangnya mencapai 2.740 meter dengan ketebalan 2 meter dan tinggi 2 sampai 8 meter. Benteng ini mendapat rekor MURI, karena menjadi salah satu benteng yang terluas di dunia. Di dalam kawasan benteng terdapat 18 menara atau sudut benteng, memiliki 13 pintu gerbang, sebanyak 640 rumah penduduk (rumah panggung yang arsitekturnya masih asli warisan tempo dulu), kuburan para raja, dan beberapa peninggalan sejarah lainnya.
Benteng Keraton Buton. (Foto Sahrul).


Bagi anda yang ingin melihat kepala Naga, anda bisa mengujunginya di Pantai Kamali. Pantai Kamali merupakan titik nol dari Kota Baubau. Dulu, pantai ini hanya berfungsi sebagai lokasi pembungan bangkai kapal karam. Kesan kumuh dan tidak teratur, seakan mencoreng perwajahan kota Baubau. Namun, mimpi buruk tersebut terjawab setelah pemerintah kota merevitalisasi kawasan ini menjadi pantai wisata.














Wisatawan lokal. (Foto-foto Sahrul)


Baubau, 2 Sepetember 2012


Tidak ada komentar: